Raden Wijaya Sang Penakluk Dan Pendiri Majapahit

Raden Wijaya memiliki nama lengkap Nararya Sanggramawijaya dan bergelar Sri Maharaja Kertarajasa Jayawardhana. Ia adalah putra Mahisa Campaka, seorang pangeran dari Kerajaan Singhasari.

Kemenangan Raden Wijaya melawan pasukan Mongol dimulai dari serangan pasukan Mongol dalam melawan Kerajaan Singhasari. Khubilai Khan, memerintah Kekaisaran Mongol mengirim invasi besar ke pulau Jawa dengan 20.000 sampai 30, 000 tentara.

Berdasarkan naskah Yuan shi yang berisi sejarah Dinasti Yuan, sekitar 20.000-30.000 prajurit dikumpulkan dari Fujian, Jiangxi dan Huguang di Cina selatan bersama 1.000 kapal serta bekal untuk satu tahun. Pemimpin pasukan untusan Kubilai Khan adalah Shi-bi (orang Mongol), Ike Mese (orang Uyghur), dan Gaoxing (orang Cina).


Serangan ini merupakan bagian dari ekspedisi dalam menghukum raja Kertanegara selaku raja dari Kerajaan Singhasari yang menolak membayar upeti dan bahkan melukai utusan Mongol.

Namun, Pasukan Utusan Kubilai Khan t ernyata TIDAK industri tahu bahwa Raja Kertanegara Sudah mati Dan digantikan Oleh Jayakatwang. Kesempatan ini tentu saja digunakan oleh Raden Wijaya yang m emang menyimpan balas dendam terhadap Jayakatwang sejak kematian Kertanegara.

Atas dasar t ersebut akhirnyaRaden Wijaya mengundang pasukan Kubilai Khan untuk menyerang Singhasari. Raden Wijaya kemudian memberikan peta wilayah kerajaan Singhasari untuk menyediakan penyerangan. Selain itu, Raden Wijaya juga memberikan perlindungan khusus agar berhasil menyerang Jayakatwang.

Meskipun pasukan lawan Kubilai Khan tidak menemukan sasaran, yaitu Kertanegara, namun pada akhirnya pasukan Kubilai Khan berhasil mengalahkan kerajaan Singhasari bersama rajanya Jayakatwang.


Setelah serangan tersebut berakhir, Raden Wijaya kembali ke Majapahit dengan alasan untuk menyiapkan upeti dan gadis cantik dalam rangka simbolis bekerja sama atau bersekutu dengan pasukan Mongol.

Namun, sesampainya di Majapahit, Raden Wijaya membunuh para prajurit Mongol yang mengawalnya. Ia kemudian memimpin serangan balik ke arah Daha di mana pasukan Mongol sedang berpesta kemenangan. Serangan mendadak itu membuat Jenderal Mongol kehilangan banyak prajurit dan menarik mundur pasukannya meninggalkan Jawa.

Selepas kemunduran pasukan Mongol, Raden Wijaya menyelesaikan pembangunan desa Majapahit menjadi sebuah kerajaan besar. Sementara para jenderal-jenderal Mongol sebelumnya menentang berat oleh Kubilai Khan. Karena kekalahan ini hampir tidak pernah memukul pasukan Mongol berusaha untuk membalas dan menyerang kerajaan Majapahit.


Mungkin karena mereka malu? Atau karena mereka takut? Karena kekalahan ini hampir tidak pernah memukul pasukan Mongol berusaha untuk membalas dan menyerang kerajaan Majapahit.

Mungkin karena mereka malu? Atau karena mereka takut? Karena kekalahan ini hampir tidak pernah memukul pasukan Mongol berusaha untuk membalas dan menyerang kerajaan Majapahit. Mungkin karena mereka malu? Atau karena mereka takut?

0/Post a Comment/Comments

CAKRAWALA Cyber

👁️‍🗨️ Dibaca :