Salah satu Lontar Sunda yang tersimpan di perpustakaan Bodlein Oxford Inggris th 1627 oleh seorang pedagang inggris Andrew James.
Lontar itu di beri nama Bujangga Manik Joerney ,sesuai dengan nama penulisnya tentang isi perjalanannya dari kerajaan Pakuan ( Sunda) sampai ke Bali.
Naskah Bujangga Manik seluruhnya terdiri dari 29 lembar daun nipah, yang masing-masing berisi sekitar 56 baris kalimat yang terdiri dari 8 suku kata.
Bujangga Manik seorang pangeran dari Pakuan Sunda yang beragama Siwa Sunda berkelana dari Sunda menuju Bali melewati jalan darat dari Jawa Barat, Jawa Tengah Jawa Timur ( Majapahit) sampai ke Bali.
Dari sisi geografi, naskah ini merinci ratusan nama daerah, gunung, dan sungai yang dilewati tokoh bernama Bujangga Manik atau Perebu Jaya Pakuan atau Ameng Layaran saat menjelajah Pulau Jawa dan Bali. Dari sisi sejarah menarik, meski tak langsung, penuturan Bujangga Manik, di antaranya berhubungan dengan Majapahit yang belum pindah ibu kotanya dan Malaka sebelum dikuasai Portugis.
Portugis menguasai Malaka 1511
Naskah berupa prosa ini sangat membantu Topografi Jawa sampai saat ini.
Dalam lontar Bujangga Manik nama Majapahit di sebut, di lihat dari tahun pembuatan Lontar , berarti tahun sesudah perang Bubat , tapi tidak sedikitpun menyinggung tentang perang tersebut, padahal Bujangga Manik masuk ke kerajaan Majapahit, menyeberang ke Bali.
Lontar ini sangat membantu menjelaskan apakah terjadi perang tersebut.
Post a Comment